ANTIKONVULSI
Epilepsi
Epilepsi
adalah suatu gangguan saraf yang timbul secara tiba tiba dan berkala, biasanya
dengan perubahan kesadaran. Penyebabnya adalah aksi serentak dan mendadak dari
sekelompok besar sel sel saraf di otak. Aksi ini disertai pelepasan muatan
listrik yang berlebihan dari neuron-neuron tersebut. Lazimnya,
pelepasan muatan listrik ini terjadi secara teratur dan terbatas dalam
kelompok-kelompok kecil, yang memberikan ritme normal pada elektroencefalogram
(EEG). Serangan ini kadang kala bergejala ringan dan (hampir) tidak ketara.
Adakalanya bersifat demikian hebat sehingga perlu dirawat di rumah sakit. Pada
serangan parsial, hiperaktifitas terbatas pada hanya satu bagian dari kulit
otak, sedangkan bila menjalar keseluruh otak disebut serangan luas
(generalized).
Anti
Konvulsi (Anti Kejang)
Antikonvulsi
(anti kejang) digunakan untuk mencegah dan mengobati bangkitan epilepsi (
epileticseizure) dan bangkitan non-epilepsi. Kebanyakan obat anti
konvulsi bersifat sedatif (meredakan). Semua obat antikonvulsi memiliki waktu
paruh panjang, dieliminasi dengan lambat, dan berkumulasi dalam tubuh pada
penggunaan kronis.
Mekanisme Kerja
Mekanisme Kerja
Mekanisme
kerja obat Antiepilepsi ini yang terpenting ada 2, yaitu :
1. Mencegah timbulnya letupan depolarisasi eksesif pada neuron dan fokus epilepsi.
1. Mencegah timbulnya letupan depolarisasi eksesif pada neuron dan fokus epilepsi.
2.
Mencegah terjadinya letupan depolarisasi pada neuron normal akibat pengaruh
dari fokus epilepsi.
Cara
kerja anti konvulsi belum semuanya jelas. Namun, dari
sejumlah obat terdapat indikasi mengenai mekanisme kerjanya, yaitu:
a.
Meningkatkan ambang-serangan dengan jalan menstabilkan membran sel, antara lain
asetazolamid dan felbamat.
b. Mencegah
timbulnya pelepasan muatan listrik abnormal di pangkalnya (focus) dalam SSP,
misalnya fenobarbital dan klonazepam.
c. Menghindari
penjalaran hiperaktivitas (muatan listrik) tersebut pada neuron otak lainnya,
seperti klonazepam, dan fenitoin.
d. Memperkuat efek GABA : valproat dan
vigabatrin, yang bersifat menghambat perombakan GABA oleh
transminase, sehingga kadarnya di sinaps meningkat.
e. Mengurangi neurotransmisi glutamat :lamotrigin dan topiramat.
Glutamat adalah suatu neurotransmitter lain, yang dapat turut menimbulkan
serangan epilepsi. Pembebasannya dari asam amino ini dapat dicegah oleh
lamotrigin.
Golongan Obat Anti
Konvulsi
a. Golongan Hidantoin
Pada
golongan ini terdapat 3 senyawa yaitu :
*
Fenitoin
*
Mefentoin
*
Etotoin
Dari
ketiga jenis itu yang sering digunakan adalah Fenitoin dan digunakan untuk semua jenis
bangkitan, kecuali bangkitan Lena. Fenitoin merupakan antikonvulsi tanpa
efek depresi umum SSP, sifat antikonvulsinya penghambatan penjalaran rangsang
dari focus ke bagian lain di otak.
b.
Golongan Barbiturat
Golongan obat ini
sebagai hipnotik- sedative dan efektif sebagai antikonvulsi, yang
sering digunakan adalah barbiturate kerja lama (Long Acting
Barbiturates). Jenis obat golongan ini antara lain fenobarbital
dan primidon, kedua obat ini dapat menekan letupan di focus epilepsy.
c.
Golongan Suksinimida
Yang
sering digunakan di klinik adalah jenis etosuksimid dan fensuksimid yang
mempunyai efek sama dengan trimetadion. Etosuksimid diabsorpsi lengkap melalui
saluran cerna, distribusi lengkap keseluruh jaringan dan kadar cairan liquor
sama dengan kadar plasma. Etosuksimid merupakan obat pilihan untuk
bangkitan lena.
Hubungan Struktur Dan Aktivitas
Secara Umum :
Adapun
hubungan antara struktur dan aktivitas secara umum antara lain:
a. Substitusi
pada C5 dari hidantoin dan oxazolidinedion atau C2 dari suksimid akan
menuntukan aktivitas kejang yang dikontrol.
b. Hidantoin
dengan sedikitnya 2 gugus fenil merupakan obat pilihan pada kejang generalis
tonik- klonik. substitusi di fenil akan meningkatkan potensi anti grandmal
dibanding fenil tunggal.
c. Oxalidinedion
yang disubtitusikan pada C5 dengan rantai alkil pendek (metil, atau etil) lebih
efektif mengobati grand mal.
d. Suksinimid
yang merupakan anti petit mal yang paling poten, memiliki gugus alkil pendek
pada C2.
DAFTAR
PUSTAKA
Siswandono. 2016. Kimia Medisinal 2 Edisi 2. Airlangga
university press. Surabaya.
Tjay,
H.T dan K. Rahardja. 2013. Obat- Obat Penting khasiat, penggunaan dan efek
sampingnya edisi Keenam. Gramedia Jakarta.
PERTANYAAN
1.
Sebutkan
dan jelaskan jenis-jenis epilepsi !
2. Apa penyebab penyakit epilepsi ?
3.
Bagaimana
efek samping jangka panjang dari obat konvulsi ?
Malam beibz bagaimana mencegah terjadinya kejang pada anak?
ReplyDeleteterimakasih roly,,
Deletesebelumnya,kejang pada anak biasanya terjadi akibat demam tinggi dan cidera kepala
maka salah satu cara mencegah terjadinya kejang adalah dengan menghindari terjadinya demam tinggi dan cidera kepala pada anak
Epilepsi berdasarkan jenis serangannya dibagi menjadi dua, yakni:
ReplyDelete1. Epilepsi umum
Jenis serangan ini terbagi lagi:
- Petit mal (absence), kondisi di mana penderita atau pasien tampak hilang kesadaran sesaat. Kehilangan kesadarannya biasanya hanya beberapa detik saja atau bisa juga disebut bengong.
- Grand mal (tonik klonik), berupa kejang atau kelojotan seluruh tubuh yang kadang disertai dengan mulut berbusa.
- Tonik, serangan berupa kejang atau kaku seluruh tubuh.
- Atonik, serangan berupa tiba-tiba jatuh.
- Mioklonik, berupa kontraksi dari salah satu atau beberapa otot tertentu
2. Epilepsi parsial
Merupakan epilepsi jinak yang terjadi pada masa kanak-kanak. Banyak orang yang menganggap epilepsi adalah kasus yang memiliki jalan buntu, padahal terapi yang tepat pada orang dengan epilepsi (ODE) akan mengurangi gejala kekambuhan dan membantu para penderita hidup lebih baik.
Terimakasih atas informasinyaa, sangat bermanfaat sekali ๐
ReplyDeleteBeberapa kondisi yang bisa menyebabkan epilepsi simptomatik, di antaranya adalah:
ReplyDeleteCedera kepala
Stroke
Tumor otak
Infeksi, contohnya meningitis atau ensefalitis
Cedera atau kerusakan otak saat masih di dalam kandungan, akibat infeksi atau nutrisi yang buruk pada saat kehamilan
Gangguan perkembangan, contohnya penyakit autisme dan neurofibromatosis
Kelainan genetik.
Kejang pada penderita epilepsi dapat dipicu karena beberapa kondisi, contohnya stres, kelelahan, atau konsumsi obat. Berdasarkan penyebabnya, epilepsi dapat digolongkan menjadi:
ReplyDeleteEpilepsi idiopatik, yaitu epilepsi yang penyebabnya tidak diketahui.
Epilepsi simptomatik, yaitu epilepsi yang terjadi akibat suatu penyakit yang menyebabkan kerusakan pada otak.
Terima kasih atas penjelasan artikelnya
ReplyDeleteSangat membantu sekali๐
Hello kak fitri...
ReplyDeleteSaya sebagai orang awam sedikit kurang paham mengenai istilah penyakit yang ada pada saat ini !!
Bisa tidak kk jelaskan secara singkat yg mudah dimengerti mengenai penyakit epilepsi dan apa kiat yang harus dihindarkan atau untuk mencegah penyakit ini... Mohon penjelasannya kak
Terimakasih Artikel sangat membantu ๐
ReplyDeleteterimakasih atas informasinya
ReplyDelete